Rabu, 26 Oktober 2016

Mengurus E Paspor itu mudah



Hari ini saya datang ke Kantor Imigrasi kelas I Jakarta Selatan di Jl. Buncit Raya untuk memperpanjang paspor yang udah nggak berlaku. Saya sampai di kantor imigrasi pukul 6:00 pagi dengan kondisi antrian sudah mengular. Otomatis saya berdiri antri sekitar 1 jam lebih. Baru kemudian pada saat itu antrian mulai bergeser. Itu baru antri ambil nomor loh. Saya mendapat nomor antrian 052. Ok lah ya belum sampe antrian diatas 100. Sebelumnya nanti, diantrian petugas imigrasi memeriksa kelengkapan dokumen asli yaitu akte lahir, KTP, KK, Paspor lama, Ijasah. Setelah lolos dari pemeriksaan baru bisa ambil nomor. Oiya, ketika ambil nomor, nanti si mba di imigrasi akan bertanya, mau e pasport atau paspor biasa. Kalau e paspor, maka form yang akan diberikan form isian yang berstempel E-PASSPORT. Kebetulan saya memilih E-PASSPORT.

Sembari menunggu di panggil ke dalam sesuai antrian, saya pun mencari tempat duduk untuk mengisi form itu. Nggak usah bingung dalam mengisi form tersebut, karena pada saat itu petugas imigrasi bernama pak Wagino akan memandu tentang bagaimana mengisinya.
Pak Wagino ketika itu menjelaskan fotokopi dokumen harus menggunakan kertas A4. Bagi yang belum lengkap berkasnya, jangan khawatir karena di sudut ruangan terdapat kantin dan juga penyedia jasa fotokopi.

Ketika giliran saya di panggil, semua dokumen di minta termasuk paspor lama. Kemudian pertanyaan standar nya adalah tujuan mau kemana, dalam rangka apa. Lalu petugas imigrasi akan mengambil sidik jari dan foto juga. 

Setelah itu cetak bukti pembayaran. Total yang harus di bayar untuk E Paspor adalah IDR 655,000 (Biaya paspor IDR 600,000 dan jasa TI Biometrik IDR 55,000). Kami bisa memilih, mau transfer lewat ATM atau bayar ke bank yang berada di lantai 1.

Saya memilih untuk transfer lewat ATM. Untuk paspor biasa, maksimal jadi 3 hari kerja dan bisa diambil di siang hari. Untuk E-Paspor bisa diambil maksimal 5 hari kerja di siang hari.
Yeayy... tepat jam 9:30 pagi saya sudah selesai proses perpanjang paspor. Paspor baru bisa diambil hari Rabu depan jam 13:00-16:00

Demam eCommerce



Kita mungkin sering banget ya mendengar kata ini belakangan ini. E-commerce itu apa sih? Terus bentuknya seperti apa sih? Mungkin itu salah satu pertanyaan yang timbul ya. Tapi memang nggak bisa dipungkiri, e-commerce sudah mengepung kehidupan kita.

Menurut wikipedia, berikut adalah definisi e-commerce

Electronic commerce, commonly written as e-commerce or eCommerce, is the trading facilitation of trading in products or services using computer networks, such as internet or online social networks



Jadi secara harfiahnya, e-commerce itu jualan online menggunakan fasilitas internet atau melalui media sosial di internet. Kemudahan untuk membeli merupakan salah satu yang menjadi nilai plus dalam menggunakan e-commerce, dimana pembeli tak perlu datang ke tempat penjual, tapi hanya menggunakan fasilitas internet dan melakukan pembayaran hanya dengan sekali klik.


Saya pribadi termasuk salah satu konsumen atau pengguna dari e-commerce. Situs yang paling sering saya kunjungi adalah tokopedia, elevenia, kereta api, sale stok dan gramedia. Entah mengapa, saya sudah  berhenti untuk ke mall sejak ada e commerce. Semua belanja baju, buku dan tiket kereta dialihkan melalui internet sekarang. 


Kalau sedang ingin beli buku, saya tak perlu ke toko buku gramedia dan tak perlu bayar parkir. Cukup beli online, barang diantar.

Bahkan pesen ojek lewat smartphone pun sudah mudah sekarang. Tidak perlu menawar lagi karena harga sudah tertera disana.

Kenapa saya lebih tertarik belanja menggunakan e-commerce? Ini karena lebih pada kemudahan dan bisa dilakukan dimana saja. Pembayaran pun bisa menggunakan transfer. Lebih mudah bukan? 


Bukan tidak mungkin dimasa depan, mall tergantikan oleh toko digital nih.

Senin, 24 Oktober 2016

Hidup tak akan pernah sama lagi... di Vietnam





Flash back ke tahun 2011 bulan November, ketika pertama kali menginjakkan kaki ke Saigon, atau yang lebih kita kenal dengan nama Ho Chi Minh City. Pertama kali mendarat di bandara Tan Sonh Nhat, Vietnam pada malam hari. Kami memutuskan tinggal di daerah Pham Ngu Lao, yang terkenal dengan daerahnya para backpacker. Penginapan di daerah itu sumpah murah banget. Semalam hanya USD 7 bisa ditempati oleh 2 orang. Kami menempati lantai 2. 


Kamarnya lumyan bersih. Taksi dari Tan sonh Nhat ke daerah Pham Ngu Lao berkisar USD 9.
Hari pertama saya berkeliling city tour ditemani orang local bernama Tram Nguyen. Saya mengenalnya dari situs couchsurfing. Kebetulan dia ada waktu menemani, jadi ya kami keliling kota. Reunification palace, post office, Bui vien, Ben Tanh Market dll. Kami menggunakan angkutan umum dan jalan kaki. Jarak obyek wisata tersebut sangat berdekatan.





Di Vietnam, agak susah mencari makanan halal karena kebanyakan disini mengandung babi. Kami menemukan makanan halal di Ben Tanh Market itu pun harganya kala itu VND 60,000 (sekitar IDR 30,000)
Dan pas disini... kami nggak menemukan makanan tempe. Hahaha tempe hanya di Indonesia.
Hari ke 2 kami melakukan perjalanan menyusuri sungai Mekong. Tidak ada yang istimewa sebenernya, karena sungainya berwarna coklat.


Wanita wanita pendayung Vietnam ini sangat tangguh loh. Sanggup mendayung dengan rute yang lumayan jauh. Tapi hati-hati, mereka mengharapkan imbalan tips loh, dan sangat welcome sama yang namanya dollar. Padahal, untuk ikut trip ini, kita sudah membayar sebelumnya. Bisa dibilang, mereka mata duitan lah.
Selesai dari sini, kami berkunjung ke coconut island. Kami istirahat dan ternyataa.... kami disuguhi buah dengan bumbu garam yang di campur cabe. Wahhh... di Indonesia ini namanya rujak.
Ternyta negara ini memiliki kesamaan loh dengan indonesia dalam soal makanan. Beberapa orang bule menganggap memakan buah dengan garam itu hal aneh, tapi kami orang indonesia sudah biasa makan rujak. Di sebuah pasar, ternyata rujak juga diperdagangkan kok, namanya rojak.
Disini juga ada pengamen, artinya mereka juga memainkan musik dan suara, dan kemudian kami menyumbangkan uang untuk mereka. Kisarannya berbeda beda.
Lalu lanjut ke Chu Chi tunnel dengan sebuah bis. Cukup jauh juga melewati hutan dengan pepohonan tinggi. Ini mirip alas roban loh. Sesampainya di Chu chi tunnel, kami di bawa oleh si tour guide menjelaskan lubang-lubang bekas persembunyian tentara Vietnam (Vietkong) ketika perang. Banyak sekali jebakan disitu.

Kami pun diberi kesempatan untuk masuk ke lubang persembunyian. Sangat pengap di dalam. Untuk berjalan dilakukan dengan cara berjongkok. Kalau sudah memutuskan untuk maju, tidak bisa mundur karena di belakangnya sempit dan sudah ada orang yang berjongkok mengikuti. Mau tak mau tetap haris berjalan lurus dan mencarai jalan keluar terdekat.
Selesai itu, kami mendengarkan letusan tembakan bersala dari AK47. Yang ingin mencoba menembak mengenak AK47 harus membayar lagi. Kami memutuskan untuk tidak ikut, terlalu memekakkan telinga.
Oiya, di Vietnam harus hati hati dengan yang namanya scam. Banyak sekali cara para scammer ini untuk merugikan para turis. Kami hampir kena karena ketika naik taksi, taksi tersebut hampir saj membawa kabur tas kami. Coba bayangkan, kalau dia sampai berhasil kabur dengan semua lugage kami, beneren jadi gembel di negara orang ini. Karena semua dokumen dan uang ada di situ.
Allah sangat baik pada kami. Duit terakhir sisa USD 10, kami gunakan untuk ke bandara. Lalu pulang kembali ke Indonesia. Oiya, taksi yang direkomendasikan disini adalah Mailyn.
Yah, ini menjadi pelajaran bagi kami. Pelajaran untuk selalu waspada di negara orang. Cerita ini akan kami bawa dan akan kami ceritakan pada anak cucu kami kelak. Betapa bangganya kami yang ketika usia muda sudah bisa menjejakan kaki ke negara orang.

Minggu, 23 Oktober 2016

Bangganya aku menjadi orang Indonesia

Jadi inget tulisan saya tahun 2013 lalu di liputan 6 citizen6, tentang bangganya saya menjadi orang Indonesia. Dan bangganya tulisan saya dimuat.

Aku Bangga Menjadi Orang Indonesia

Aku Bangga Menjadi Orang Indonesia
Citizen6, Jakarta: Bicara tentang Indonesia, ada banyak hal yang tidak bisa dungkapkan dengan kata-kata. Indonesia memang indah. Meskipun banyak "berita miring" tentang negara ini, namun tidak mengurangi rasa cinta setiap orang akan negaranya, yakni Indonesia.

Banyak hal yang membuat kita cinta dan bangga akan Indonesia. Di antaranya karena alamnya yang kaya, ribuan pulaunya yang indah, serta masyarakatnya yang terdiri atas berbagai suku, ras, dan agama yang berbeda-beda, namun tetap satu.

Berikut 6 alasan aku cinta Indonesia:

1. Pantai yang indah

Pantai di Indonesia tidak kalah dengan pantai dunia. Masih ingat dengan pantai Padang-padang beach di Bali? Pantai itu terkenal dengan keindahannya dan di jadikan lokasi syuting film kelas dunia, Eat, Pray and Love yang di bintangi oleh Julia Roberts. Membanggakan bukan?

2. Agama

Di Indonesia, kehidupan beragama sangat beragam. Lebih dari 5 agama hidup rukun di Indonesia. Kehidupan beragama dihormati di negara yang plural ini. Tidak banyak negara yang memiliki kehidupan beragama yang plural seperti Indonesia.

3. Budaya

Budaya Indonesia sangat kaya dan menarik perhatian dunia internasional. Tari kecak dari Bali sangat terkenal sampai ke manca negara. Gamelan, alat musik asli Indonesia sangat terkenal di dunia. Bahkan banyak orang asing yang sangat antusias dan senang belajar gamelan, angklung maupun tarian daerah asal Indonesia. Kalau mereka saja suka, mengapa kita harus malu?



4. Batik

Batik menjadi salah satu kebanggaan orang Indonesia. Sejak diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, masyarakat Indonesia mengistimewakan batik dengan menjadikannya sebagai Hari Batik setiap tanggl 2 Oktober.



5. Bahasa

Bahasa adalah identitas sebuah bangsa. Saat kita pergi ke luar negeri misalnya, bahasa yang digunakan sudah pasti berbeda. Tapi pernahkah kita berpikir, dengan ribuan pulau yang ada di Indonesia dengan beragam suku serta ras yang ada di sana, tetap bahasa pemersatunya adalah bahasa Indonesia.

6. Kuliner

Siapa yang tidak suka dengan rendang? Masakan tradisional asal Minangkabau ini hanya bisa ditemukan di Indonesia. Bahkan rendang pun sekarang diakui keberadaannya di dunia. Kuliner lain yang tak kalah enaknya dan dapat ditemukan di Indonesia adalah gado-gado dan rujak.



"Saya pernah pergi ke daerah Mekong di Vietnam. Agak terkejut karena di sana ada juga rujak dengan bumbu garam yang di ulek dengan cabe merah. Hampir mirip dengan Indonesia, tapi lebih enak rujak Indonesia, karena di Vietnam tidak ada bumbu rujak gula merah," ungkap Ani.

Begitu kayanya Indonesia, dan saya bangga menjadi warga negara Indonesia. Semoga makin banyak orang Indonesia yang mencintai negaranya sendiri dan bangga menjadi bangsa Indonesia. (Ani Setiowati/mar)

Ani Setiowati adalah pewarta warga.

 http://www.liputan3.com/berita/727636/aku-bangga-menjadi-orang-indonesia

Manfaat amoxylin untuk skabies pada kucing



Buat para pecinta kucing, yang di rumah nya memelihara kucing, pasti ada yang pernah mengalami skabies pada binatang peliharaannya. Skabies adalah sejenis penyakit koreng yang menyerang hewan seperti kucing dan kalau sudah parah bisa mematikan.

Saya pernah memiliki hewan yang mengalami skabies, dan saya bawa ke dokter hewan untuk minta obat. Dokter hewan langganan saya bernama dokter Haruki, yang praktek di pet shop Galaxy, seberang LB LIA Galaxy.

Dia menyarankan saya untuk menggunakan Amoxylin yang ditumbuk halus kemudian ditaburkan ke tempat yang luka. Ketimbang menggunakan Betadine yang memiliki efek agak perih dan si kucing akan merasa terganggu bila menggunakan betadine. Bila menggunakan Amoxylin, efeknya adalah adem dan tidak seperih betadine. Obat ini juga bisa didapat di apotik manapun dengan hanya uang Rp. 5000 saja. Nggak mahal kan? Ketimbang ke dokter hewan yang bisa menghabiskan sekitar Rp. 150 rb sekali berobat.

Lebih hemat bukan?

E Paspor



Ngomongin soal paspor, ternyata paspor saya udah matiiii. Ya ampuunn. Padahal punya mimpi mau ke Jepang someday. Akhirnya tanggal 26 October nanti saya memutuskan cuti sehari, mau ngurus e paspor. Ini nih yang harus di bawa ke kantor imigrasinya,

1.       KTP
2.       KK
3.       Akte
4.       Paspor lama untuk penggantian
5.       Surat keterangan dari kantor

Pentingnya paspor adalah kartu tanda pengenal kita ketika berada di negara lain. Jadi inget pertama kali ke Malaysia tahun 2011, ketika itu pagi subuh di daerah Tun HS lee setelah keluar kereta di cegat petugas Malaysia 3 orang menanyakan IC saya. Awalnya saya nggak ngerti apa itu IC, ternyata itu adalah kata lain ID card.